TRANSPORT
¡ Dalam
tubuh, obat mengalami perpindahan dari satu tempat ke tempat lain.
¡ Jika
perpindahan ini disertai dengan penembusan membran biologik maka peristiwa
perpindahan ini disebut transport atau biotransport
.
¡ Transport
terjadi dalam proses absorpsi, distribusi, dan ekskresi.
Membran sel
▼ Membran sel ialah
organel yang memisahkan isi sel dari lingkungan sekitarnya.
▼ Susunan kimiawi membran sel (Hewan dan
Manusia) terdiri dari protein dan lipid (terutama
kolesterol dan fosfolipid).
▼ Membran sel tidak bersifat inert tetapi
mempunyai fungsi spesifik. Sifat-sifat
membran sel ialah semi permeabel, mempunyai tegangan muka yang sangat rendah, dan memiliki
tegangan listrik yang disebut potensial membran.
▼ Dari hasil pengamatan secara mikrokimiawi
dengan difraksi sinar-x, mikroskopi elektron, resonansi magnetik inti,
resonansi spin elektron dan lain-lain disusunlah model membran.
MODEL
MEMBRAN
1. Model Davson Danielli
l Membran terdiri dari 2 lapis lipid
setebal satu molekul, gugus hidrofil dari lipid menghadap ke arah permukaan
membran, sedang gugus hidrofob mengarah ke bagian dalam membran dalam. Lapisan
lipid diselubungi oleh protein
l Pada
permukaan membran terdapat pori yang terisi air
l Model
ini memberi gambaran membran sel sebagai bangunan yang statis kurang sesuai
dengan kenyataan.
2. MOSAIK CAIR
¡ Membran
Ini tersusun dari matrik cair yang terdiri dua lapis molekul lipid. Pada
matrik Itu terdapat molekul protein yang tersebar tidak merata, ada yang
terdapat pada permukaan luar saja, ada pula yang menembus membran
Difusi Pasif
Ciri-ciri :
- Obat bergerak searah dengan gradien (perbedaan) kadar bentuk obat yang menembus membran
- Keadaan seimbang tercapai bilamana kadar bentuk obat yang dapat menembus membran pada kedua sisi membran sama
- Kecepatan difusi elektrolit lemah tergantung pada pH medium
- Kecepatan penetrasi dapat dinyatakan dengan persamaan :
Kecepatan
penetrasi = P x A x (C2-C1)
P
: tetapan permeabilitas , A : luas permukaan terjadinya difusi ,(C2-C1)
: gradien kadar
P= (D x KP)/h D : koefisien difusi
Kp:koefisien partisi (lipid/air)
h
: tebal membran
Ionisasi
¡ Derajat ionisasi elektrolit lemah
ditentukan oleh tetapan ionisasi (pKa) dan pH medium. Dapat dijelaskan dg
persamaan Handerson-Hasselbalch
¡ pH= pKa + log(ion/molekul)Asam lemah
¡ pH = pKa + log (molekul/ion_Basa lemah
Difusi pasif
¡ Bentuk molekul mudah larut dalam lipid, sedang bentuk ion sukar / tidak larut dalam lipid.
¡ Obat-obat yg diabsorpsi dg mekanisme
difusi pasif : obat-obat elektrolit organik lemah (asam, basa), non elektrolit
organik (alkohol), glikosida jantung.
Transport
Konvektif
¡ obat
yang terlarut dalam medium berair di tempat absorpsi bergerak menembus membran
melalui pori.
¡ Ion
(jika muatan listriknya berlawanan dengan muatan dari dinding yang membatasi
pori), maupun molekul netral dapat melalui pori.
¡ hanya
molekul diameternya < 7-10 A0 dapat menembus membran
¡ Proses
transport ini mirip proses filtrasi yang kecepatannya tergantung antara lain
pada koefisien filtrasi, dan kecepatan aliran medium
¡ Transport
konvektif dijumpai pada :
l absorpsi
obat elektrolit anorganik dan organik BM kecil (150-400)
l ion-
ion yang muatannya berlawanan dengan pori : sulfonamida terionisasi
l Ekskresi obat melalui glomerulus
Transport
aktif
¡ CIRI :
l Obat
dapat bergerak melawan gradien kadar atau
elektrokimiawi (jika obat berupa ion)
l Obat
membutuhkan pembawa
l Prosesnya
dapat mengalami kejenuhan
l Membutuhkan
energi, oleh krn itu zat yang bersifat sbg racun
metabolisme (mis : sianida, florida,dinitrofenol dan iodoasetat) dan hipoksia
dapat menghambat transport ini
l Transport
aktif bersifat struktural spesifik antara
senyawa yang strukturnya serupa saling berkompetisi
l Proses
berjalan satu arah (unidirectional)
¡ Mekanisme
transport aktif : absorpsi ion Na, K, I, F dan Ca, monosakarida (heksosa), asam
amino, senyawa fosfat organik, senyawa basa, pirimidina, Vitamin B, hormon
kelamin (testosteron, estradiol), Vitamin B, dan S fluorourasil.
Difusi Fasilitatif
¡ Mekanisme
absorpsi ini mirip dengan transport aktif, perbedaannya ialah obat bergerak sejalan dengan gradien kadar.
¡ Contoh
absorpsi vit. B12. Vitamin ini membentuk kompleks dg faktor
intrinsik yang dihasilkan oleh dinding lambung, berikatan dengan pembawa,
kmd diabsorpsi secara difusi fasilitatif.
¡ Contoh
lain difusi fasilitatif ialah pada peristiwa masuknya glukosa ke dalam
eritrosit.
Transport
Pasangan Ion
¡ Senyawa-senyawa
yang terionisasi kuat, seperti senyawa amonium kuarterner dan asam sulfonat,
membentuk kompleks dengan senyawa endogen yang muatannya berlawanan misalnya
musin.
¡ Kompleks
yang bersifat netral larut dalam lipid dan air ini selanjutnya menembus membran
(diabsorpsi) secara difusi sederhana.
Pinositosis
¡ Pinositosis
disebut juga transport korpuskuler atau partikulat. Prosesnya
seperti fagositosis yaitu “ penelanan “ bakteri oleh lekosit.
¡ Mekanisme
: aborpsi vitamin larut lemak, asam
lemak, lemak, asam amino. Juga telur parasit dapat menembus membran secara
pinositosis.
¡ Pinositosis
inilah yang mungkin dapat menjelasakan mengapa vaksin polio efektif walaupun
diberikan secara oral.
¡ Fagositosis
jika zat yang ditransport berupa partikel
¡ Pinositosis
jika zat yang ditransport berupa larutan.
¡ Kebalikan
pinositosis ialah eksositosis, dalam hal ini granul, vakuola atau
organela lain di dalam sel bergerak menuju membran sel, mengadakan fusi
dengannya dan mengeluarkan isinya kedalam ruang interstisial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah memberikan Komentarnya...